Pekan Penuh Drama

derby Manderby Man

Manchester United unggul 6 poin di puncak, Liverpool kembali ke 10 besar, Fernando Torres kembali menciptakan gol.

Pekan ke 16 EPL akhir pekan kemarin kembali menyuguhkan banyak drama dan cerita-cerita menarik. Inilah beberapa di antaranya:

1. Manchester City vs Manchester United

Meski perayaan gol penentu kemenangan United atas City diwarnai dengan warna biru hasil bom asap yang dilemparkan fans tuan rumah, warna Manchester sepertinya lebih sesuai dengan darah yang mengucur dari pelipis Rio Ferdinand. Merah. Derby Manchester kali ini menjadi milik sisi merah kota tersebut. Robin van Persie (lagi-lagi) menjadi pahlawan di debut derby-nya. Wayne Rooney bersinar dengan dua gol-nya. Dan City harus gigit jari menerima kekalahan perdana di kandang setelah 2 tahun berlalu. Sekaligus kekalahan perdana di musim ini.

Sebuah kemenangan yang memperlebar jarak menjadi 6 poin di puncak klasemen. Sebuah pukulan telak kedua untuk pasukan Roberto Mancini setelah terlempar dari kompetisi Eropa. Memang, hasil ini bisa saja tidak berarti apa-apa karena masih terlalu dini. Namun satu hal yang layak diingat, juara musim lalu adalah pemenang di dua laga derby ini di Liga.

2. Kembalinya ketajaman El nino

Kedatangan Benitez ke Chelsea mendatangkan banyak cercaan dan makian… Dari fans mereka sendiri. Namun akhirnya, mantan manajer Liverpool ini berhasil mendapatkan kemenangan perdana-nya di EPL. Dengan bantuan anak kesayangan-nya, Fernando Torres.

Dalam dua laga terakhir The Blues, Torres mencetak empat gol. Gol pertamanya ke gawang Sunderland kemarin memecah kebuntuan selama 12 jam tanpa gol di EPL. Tanda-tanda kisah cinta Torres-Benitez bersemi kembali di Stamford Bridge? Untuk saat ini, iya. Ke depannya? Masih banyak yang harus dibuktikan.

3. Michu sang Predator

2 Juta Pound. 12 Gol. Dan ini masih bulan Desember. Pencapaian luar biasa bagi seorang pemain manapun. Michu kini berada di puncak top scorer sementara. Melewati sederet nama-nama terkenal nan mahal yang berseliweran di EPL musim ini. Sebuah investasi sukses dari Swansea.

Dua gol-nya di akhir pekan kemarin memang gagal membawa The Swans memenangi thriller hebat melawan Norwich City yang berakhir 3-4, namun Michu kembali lagi membuktikan ketajamannya yang sudah terlihat semenjak awal musim. Artinya, ada satu pujian lagi yang layak disematkan untuk pemain Spanyol ini: konsistensi. Tidak heran, banyak klub yang mulai mencoba merayu-nya. Swansea tidak tinggal diam, label 30 Juta Pound langsung ditempelkan.

4. Liverpool Bisa Menang Meski Tanpa Luis Suarez

Fakta ini jelas membuat Brendan Rodgers bernapas lega. Tampil tanpa Suarez di kandang lawan –West Ham pula- sempat membuat The Reds kembali diragukan bisa mendapatkan hasil positif di akhir pekan kemarin. Krisis pemain di lini depan bahkan membuat Rodgers harus memasang Jonjo Shelvey sebagai so-called-striker.

Beruntung, hasilnya positif. 3 poin berhasil mereka dapatkan dari Upton Park. Meski diwarnai dengan sebuah gol bunuh diri (yang bagus) dari Steven Gerrard. Liverpool pun kembali masuk ke 10 besar. Dan dengan jadwal beberapa pekan ke depan yang cukup menguntungkan –ditambah kembalinya Suarez- maka seharusnya tim ini bisa melaju sedikit kencang menjelang bergantinya tahun.

5. Arsenal dan Dua Penalti

The Gunners kembali menghuni posisi tujuh klasemen pekan ini setelah berhasil menaklukkan West Bromwich Albion melalui dua penalti yang dihadiahkan oleh wasit. Yang pertama menimbulkan kontroversi di berbagai sudut karena Santi Cazorla dianggap melakukan diving. Sedangkan yang kedua, ada pelanggaran yang dilewatkan oleh wasit sebelum tim London Utara ini mendapatkan penalti.

Well. A win is a win. Tiga poin tetap menjadi milik pasukan Arsene Wenger ini. Meski sepanjang laga, ada begitu banyak peluang yang mereka buang. Jadi, rasanya cukup aman untuk mengatakan bahwa dua penalti Mikel Arteta yang sukses adalah penyelamat Arsenal untuk pekan ini.

6. Drama di Goodison Park

Dalam duel dua tim “pengganggu” empat besar, Everton kembali menunjukkan bahwa mereka punya potensi luar biasa di musim ini untuk meledak-ledak. Keunggulan Tottenham Hotspur –yang sebelumnya duduk di posisi keempat- hingga menit ke 90 pun terhapus begitu saja.

Dua menit. Itulah waktu yang dibutuhkan Fellaini dan Jelavic untuk membawa timnya membalikkan keadaan di injury time dan membuat Goodison Park meledak. Sebuah perjuangan hebat dari The Tofees dan merekapun mendapatkan hadiah menyenangkan pekan ini: satu posisi di empat besar, dan hanya terpaut tiga poin dari Chelsea di posisi ketiga.

sumber : supersoccer.co.id

Posted on December 11, 2012, in Beranda, Liga Inggirs, Sepak bola. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: